Kasus obesitas siswa

Akibatnya, terjadi berat badan lebih atau kegemukan. Sagung Seto; Dengan demikian, konsumai protein secara berlebihan juga dapat menyebabkan kegemukan dan obesitas. Media masa memiliki pengaruh yang besar dalam menetapkan standart ideal diri setiap orang.

Berdasarkan hail wawancara dengan SQ-FFQ diketahui jenis sumber serat yang sering dikonsumsi oleh subjek kelompok obesitas meliputi serealia nasi putih, jagung, roti tawar, mi kuningumbi-umbian yaitu kentang, kacang-kacangan tempe kedelai dan tahusayuran bayam, bunga kol, sawi hijau, daun singkong, daun papaya, kacang panjang, kangkung, tomat, wortelbuahbuahan apel, jeruk, mangga, semangka, melondan teh.

Jenis fast food yang sering dikonsumsi adalah fast food lokal. Indraswari N. Usia remaja rentan akan risiko obesitas karena pada usia ini remaja mengalami penurunan aktivitas fisik, peningkatan konsumsi tinggi lemak, dan tinggi karbohidrat Remaja belum sepenuhnya matang dan cepat sekali terpengaruh oleh lingkungan.

Hampir sepertiga anak Amerika usia tahun mengkonsumsi lemak setiap hari yang mengakibatkan penambahan berat badan 3 kg per tahun. Pengambilan kasus obesitas siswa dilakukan dengan cara menanyakan kepada subjek penelitian.

Pada saat guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya Septiana cenderung untuk memilih diam saja.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN OBESITAS

Obesitas sebagai faktor risiko beberapa penyakit. Diposting oleh. Subjek yang tidak sarapan umumnya hanya minum susu atau teh, makan roti tawar, dan ada juga yang tidak makan sama sekali.

Untuk mengetahui penyebab timbulnya obesitas.

Gramedia Pustaka Utama; Begitu pula yang dialami oleh Septiana. Perubahan gaya hidup berpengaruh pada peningkatan berat badan yaitu terjadi peningkatan sekitar kalori dari asupan kalori sehari dan penurunan aktivitas fisik bisa menyebabkan peningkatan 2,4 kg berat tubuh pada akhir tahun. Barasi ME.

Bagaimana cara pengukuran Obesitas? Pola konsumsi yang diterapkan remaja sekarang ini adalah makanan yang tinggi energi namun sedikit mengandung serat Principle of nutritional assessment. Depkes; Meskipun obesitas di Indonesia belum mendapat perhatian khusus, namun kini sudah saatnya Indonesia mulai melirik masalah obesitas pada anak.

Apabila tubuh kekurangan zat energi, fungsi protein untuk menghasilkan energi atau untuk membentuk glukosa akan didahulukan.

Dari hasil wawancara dengan subjek juga didapatkan bahwa makanan yang dikonsumsi menyumbangkan asupan energi tinggi yaitu makanan dari makanan cepat saji fast food.

Siswa SMP di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, mengungkapkan bahwa siswa dengan aktivitas fisik ringan yang tinggi mempunyai kemungkinan untuk menjadi obesitas 1,7 kali lebih besar. Kejadian obesitas banyak ditemukan pada golongan sosial ekonomi tinggi disebabkan konsumsi makanan yang berlemak tinggi sedangkan pada golongan sosial ekonomi rendah ditemukan kejadian obesitas disebabkan konsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat karena mereka kesulitan dalam membeli makanan berprotein tinggi 7.

Dengan demikian makanan yang digoreng memiliki kontribusi yang besar dalam asupan lemak tiap harinya. Asupan lemak Asupan lemak yang lebih ditemukan lebih banyak pada kelompok obesitas dibandingkan kelompok tidak obesitas.

Obesitas diturunkan dari keluarga bisa merupakan faktor genetik. Untuk mengetahui apa defenisi dari obesitas. Hasil analisis menunjukkan asupan protein bukan merupakan faktor risiko terjadinya obesitas. Beberapa penelitian epidemiologi menyebutkan bahwa obesitas pada remaja terjadi karena interaksi antara makan yang banyak dan sedikit aktivitas.

Dengan semakin berjalannya waktu, stigma negatif tentang remaja yang mengalami obesitas mulai menghilang di masyarakat. Kementrian Kesehatan RI; memberikan ket eram pilan siswa untuk deteksi dini obesitas dengan melaukan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan dan menggunakan alat karada scan.

Huriatul Masdar, dkk: Depresi, ansietas, dan stres serta hubungannya dengan obesitas pada remaja serta tidak terdapat hubungan antara ansietas dengan status gizi responden (p=0,).

concsent, siswa-siswi yang mengalami gizi ancientmarinerslooe.com kasus: Bersedia mengikuti penelitian dan menandatangi informed concsent, siswa-siswi yang mengalami ancientmarinerslooe.comia eksklusi siswa-siswi dengan gizi kurang atau gizi.

memiliki ibu dan ayah dengan status obesitas, serta tidak sarapan, berisiko lebih terhadap terjadinya obesitas.

ยท Obesitas merupakan suatu keadaan fisiologis akibat dari penimbunan lemak secara berlebihan di dalam tubuh. Saat ini gizi lebih dan obesitas merupakan epidemik di negara maju, seperti Inggris, Brasil, Singapura dan dengan cepat berkembang di negara berkembang, terutama populasi kepulauan Pasifik dan negara Asia tertentu.

Kesimpulan: Siswa sudah memiliki persepsi yang benar mengenai berat badan mereka, penyebab obesitas, dan efek psikologis yang menyertai obesitas.

Namun, persepsi siswa mengenai ancaman penyakit yang menyertai obesitas masih kurang tepat karena remaja lebih mementingkan penampilan daripada kesehatan.

Kasus obesitas siswa
Rated 0/5 based on 39 review